
Membaca Saduran Sutasoma
Sebuah karya sadur dari cantrik Sraddhasala Ki Indra Agusta Karya ini bersumber dari Kakawin populer di nusantara, Sutasoma. Naskah yang juga telah menjadi bagian dari ingatan dunia. Berkisah tentang seorang yang pangeran melarikan diri dari istana, namanya Jinamurti dari kerajaan

Kuliah Publik di STHAN Jawa Dwipa Klaten
Kali ini Mindha Sraddhasala sowan dan sambang sedulur di STAHN Jawa Dwipa, satu-satunya perguruan tinggi negeri agama Hindu di wilayah Jawa Tengah. Dalam program kelas publik “Pantang Melupakan Leluhur” yang digagas UKM Penalaran STAHN Jawa Dwipa, kami diu ndang untuk

Radiocarbon, Teks Pangeran Benang dan Sumber Primer Walisongo
Sejak semula, teks-teks primer tentang Walisanga dan masa Demak yang sezaman selalu dipertanyakan. Apakah memang ada naskah yang sezaman dari internal masyarakat Jawa sendiri selain teks-teks pelawat dari Eropa. Tulisan ini dengan ringkas akan menjawab pertanyaan kawan-kawan menyoal sumber primer ini.

Kelas Pos-pos #2
Pada mulanya, negara, kraton, kasultanan adalah fiksi. Hanya hidup dalam gagasan para pemikirnya. Karena fiksi, maka setelah berbagai konsesi, harus ada yang merawat dan menghidupinya, ketika gagasan-gagasan itu menjadi nyata.
Kelas ini disusun kembali melihat bentuk negara dan pemerintahan, seluruh maupun sebagian Indonesia kini, dari masa ke masa. Secara temporal kelas ini akan terbagi menjadi empat babak yakni masa persentuhan nusantara dengan Tionghoa dan India, masa pertemuan dengan “barat”, era kemerdekaan, dan relasi global pasca-negara Indonesia terbentuk.

Serat Tatacara Sukowati
Bulan Sura tahun 1857 Jawa atau Agustus 1926 Masehi, Bupati Sragen, K.R.M.T Panji Sumanagara rampung menulis serat Tatacara Mantu ing Sukawati Digunakan untuk bahan ajar A.M.S (Algemeene Middelbare School Surakarta, atas saran Dr. Pigeaud. Manuskrip asli tulisan tangan ini kemudian disimpan di Perpustakaan Universitas Indonesia. September 1926, tulisan ini kemudian diterbitkan di Majalah Pusaka Jawi dikelola Java Instituut .
Dalam serat tatacara Sukawati, diceritakan ada pernikahan keluarga Demang Kertayuda di Kademangan Singgih dan Lurah Kertayuda di desa Jati Tengah.
Tatacara mantu Sukawati, terdiri dari banyak rangkaian acara diantaranya adalah nyongkog, nontoni, ningseti, sadeyan dhawet, majang tarub, klothekan, nyantri, midodareni, sampai dengan panggih dan ngundhuh mantu.

Sawan Sawah, Smarabumi, dan Ekomistisisme Centhini
Nukilan Pembacaan dari buku Pada Akhirnya: Ekomistisiesme dalam Serat Centhini dan Alusi lainnya karya Frengki N.F.P.

Penatah Kayon Karya J.L.Moens
Malam ini ni cantrik Kesia memaparkan hasil penelitian tentang manuskrip Penatah Kayon di sirkel pengajian dan pengkajian Randhu Jembagar Boyolali. Panatah kayon adalah salah satu naskah yang diinisiasi oleh J.L. Moens. Naskah ini memuat pengetahuan tentang pembuatan wayang kulit. Moens adalah salah seorang Indonesianis yang punya cukup banyak program pencatatan kebudayaan Jawa.

Kawi Society: Pertemuan para peneliti Jawa Kuna dari berbagai penjuru dunia
International Kawi Culture Festival merupakan upaya untuk memperkenalkan konsep Budaya Kawi di kalangan umum maupun di kalangan ahli. Tujuan acara ini sesuai dengan semboyan festival: “melepas sekat, memperluas jarak, meniti puncak”. Melepas sekat berarti membebaskan pikiran dari segala keterbatasan berdasarkan identitas suku, disiplin maupun lembaga, agar budaya Kawi dapat ditelaah secara keseluruhan. Memperluas jarak berarti memperbesar wawasan dan ruang lingkup pemahaman budaya Kawi, baik secara geografis maupun historis.

Sarirasastra Mataraman: Mengenal Skriptoria Surakarta
Sarira Sastra Mataraman: Skriptoria Surakarta oleh Rendra Agusta Overview! Tanggal empat belas April tahun dua ribu empat belas adalah tanggal keramat bagi saya, karena tanggal itu pula saya diwisuda sebagai sarjana sastra pada bidang filologi. Beberapa jam berselang setelah

Kelas Pos-pos #2
Pada mulanya, negara, kraton, kasultanan adalah fiksi. Hanya hidup dalam gagasan para pemikirnya. Karena fiksi, maka setelah berbagai konsesi, harus ada yang merawat dan menghidupinya, ketika gagasan-gagasan itu menjadi nyata.
Kelas ini disusun kembali melihat bentuk negara dan pemerintahan, seluruh maupun sebagian Indonesia kini, dari masa ke masa. Secara temporal kelas ini akan terbagi menjadi empat babak yakni masa persentuhan nusantara dengan Tionghoa dan India, masa pertemuan dengan “barat”, era kemerdekaan, dan relasi global pasca-negara Indonesia terbentuk.

Kelas Pos-pos
Sraddha Institute Surakarta akan menggelar Kelas Pos-pos untuk mengajak kalian semua berpikir ulang terhadap apa yang telah baku. Memikirkan kembali wacana kritis agar nalar tidak beku, serta menimbang ulang kedirian kita terhadap peristiwa dan beragam fenomena. Kelas ini akan digelar pada tanggal 20-21 Juli 2024. Mari bergabung.

Kelas Delapan
Kelas Delapan Kelas Delapan Sraddha Sala kali ini mengangkat tema “angka”. Sejak era Jawa Kuna, angka menempati posisi penting dalam dunia kebudayaan Jawa. Angka sebagai penanda temporal yang penting untuk menjadi “panjangka” kebudayaan Jawa hari-hari ke depan. Kelas ini akan

Kelas Ketujuh
Kelas Ketujuh Kelas ini dimulai awal Mei 2020 dan direncanakan sepuluh pertemuan melalui daring. Kelas ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai bidang keilmuan. Tema kali ini adalah kesusasteraan Jawa transisi, yakni kesusasteraan Jawa Kuna ke Jawa Baru. Salah satu

Kelas Enam
Kelas Enam Winaluyan de ning Amaca — kelas enam akan segera dimulai! Kelas akan membincang Kakawin Arjunawiwaha, Bismaprawa, Banawa Sekar, dan Nabi Aparas.

Kelas Tiga
Salah satu hal yang unik dan misterius dalam masa Jawa Kuna adalah Tradisi Penciptaan Karya Sastra dan Penggambaran Relief Candi
Karya sastra yang mungkin impor dari tradisi sastra India telah dikenal sejak masa Mataram, tetapi pada karya sastra lokal baru ditulis pada masa Tamwlang-Kahuripan hingga Masa Jenggala-Kadiri. Masa Singhasari mengalami penurunan dan puncak intensitas pada masa Majapahit.
