Category: Artikel
-

Saparan di Desa Kedakan
Matahari belum terbit sempurna ketika mobil yang kami tumpangi melaju dari kota Bengawan. Hari ini, malam Senin Kliwon bulan Sapar kami bergegas menuju lereng Merbabu, ke sebuah desa di mana…
-

Manuskrip Tari dari Pasar Loak
Beberapa tahun lalu, Mindha membeli setumpuk arsip dan buku bekas dari ex-libris bongkaran rumah di Yogyakarta. Kondisinya sudah tidak utuh, terpenggal-penggal dan rawan patah kertasnya.Salah satu lembarnya, pada halaman 168…
-

Wungon Satu Dasa Warsa Sraddha
Maenaka adalah salah satu kadang bayu yang saya kagumi. Beberapa dalang menyebutnya juga dengan Bayu Langgeng. Maenaka adalah seorang begawan yang menjalani laku dirinya menjadi Rṣi Gunung dan atau gunung…
-

Membaca Saduran Sutasoma
Sebuah karya sadur dari cantrik Sraddhasala Ki Indra Agusta Karya ini bersumber dari Kakawin populer di nusantara, Sutasoma. Naskah yang juga telah menjadi bagian dari ingatan dunia. Berkisah tentang seorang…
-

Kitab Fikih Jawa Tertua di Cambridge
“nyan hukum] sakiṅ ‘p(f)èk] sinəmpil masalahe kaṅ kala — mpaḥ kentasa. nyan hukumiṅ bañu, sakiŋ kitab Muharař, myaṅ — saki(ṅ) kitab hilāḥ, muwaḥ saki(ṅ) kitab Sujja’ŋi. Nukilan teks tersebut berasal…
-

Radiocarbon, Teks Pangeran Benang dan Sumber Primer Walisongo
Sejak semula, teks-teks primer tentang Walisanga dan masa Demak yang sezaman selalu dipertanyakan. Apakah memang ada naskah yang sezaman dari internal masyarakat Jawa sendiri selain teks-teks pelawat dari Eropa. Tulisan…
-

Sawan Sawah, Smarabumi, dan Ekomistisisme Centhini
Nukilan Pembacaan dari buku Pada Akhirnya: Ekomistisiesme dalam Serat Centhini dan Alusi lainnya karya Frengki N.F.P.
-

Simpang Masa: Sebuah Catatan Kebahasaan
Abad ke-19 adalah abad yang sulit bagi pulau Jawa khususnya orang Jawa. Abad yang penuh gejolak, terutama bagi penduduk Jawa yang baru saja selamat dari konflik dahsyat yang dikenal sebagai…
-

Manusia dan Waktu
Manusia Jawa, seperti dalam kebudayaan yang lain, memiliki cara pandang tersendiri dalam melihat waktu. Waktu dipandang dari kelahiran hingga wafat.
-

Aksara ꦯ akan dibaca seperti apa?
Aksara ꦯ ini dikenal sebagai aksara Murda Sa, sebagai huruf kapital penyebutan nama tertentu dalam Paugeran Sriwedari. Tetapi, aksara ini juga dikenal untuk menggantikan ś atau sy atau ç dalam paugeranMardikawi,…
