Manuskrip dari Ponorogo

Beberapa waktu lalu mimin mendapat kiriman sepotong foto manuskrip dari Ponorogo, kota ki cantrik Franky Crissz Sampai hari ini belum diketahui keberadaan pasti di mana dan siapa pemilik manuskrip ini. Namun, tentu fenomena dunia digital hari ini menjadi menarik bukan, adanya informasi-informasi baru menyoal manuskrip-manuskrip kita.

Manuskrip di Dunia Maya

Beberapa waktu lalu mimin mendapat kiriman sepotong foto manuskrip dari Ponorogo, kota ki cantrik Franky Crissz Sampai hari ini belum diketahui keberadaan pasti di mana dan siapa pemilik manuskrip ini. Namun, tentu fenomena dunia digital hari ini menjadi menarik bukan, adanya informasi-informasi baru menyoal manuskrip-manuskrip kita.

Nah, pembacaan awal datang dari Mas Alfan Muhyar Faza, cantrik istimewa dari Bumiayu.

“lan iya iku ingaranan lunga kalilun wakhid lan têgêse ingkang ngandika iku ingkang (kêrsa ?) lan trêp ing lunga kalilun wakhid”

Dari sepotong pembacaan tersebut, agaknya kita tahu bahwa manuskrip tersebut merupakan bagian dari Ilmu Hikmah. Menarik bukan?

Foto Manuskrip dari Ponorogo

Piagam Palembang

Piagam Palembang

Dalam studi paleografi, kekhasan karakter aksara menjadi penting untuk diketahui lebih banyak. Salah satu prasasti yang menarik pada abad XVII-XVIII. Prasasti-prasasti Palembang ini umumnya menggunakan material Timah atau Stannum (Sn). Bentuk aksara juga mendekati aksara Jawa awal Mataraman seperti dalam prasasti Mantingan.Prasasti piagam dari kasultanan Palembang umumnya mengatur “public policy” di beberapa bidang.

Nah, mimin tampilkan sandingan dengan font Javanese dari Microsoft, coba mari kita perhatikan dengan baik. Apa perbedaan karakter aksara dari kedua jenis tampilan berikut!

Poin kedua, secara kebahasaan, kira-kira dari satu kalimat tersebut ada kata apa ya, yang jarang sekali kita temukan di dalam inskripsi Mataram Islam?

#ayosinaumaneh