Membaca Saduran Sutasoma

Sebuah karya sadur dari cantrik Sraddhasala Ki Indra Agusta Karya ini bersumber dari Kakawin populer di nusantara, Sutasoma. Naskah yang juga telah menjadi bagian dari ingatan dunia.
Berkisah tentang seorang yang pangeran melarikan diri dari istana, namanya Jinamurti dari kerajaan Astina.Kelahirannya yang ajaib, ramalan akan masa depannya yang gemilang justru menempatkan dasar kediriannya untuk menolak itu segala kemewahan istana. Pangeran justru ingin hidup bertapa dan mengikuti jalan para yogi. Namun, siapa sangka perjalanannya menuju Mahameru justru mengantarnya pada tokoh-tokoh, khazanah serta refleksi dari pencarian diri ditemui oleh Jinamurti. Kuasa ramalan bekerja berbalut pengajaran-pengajaran suci, teror, goda dan pertemuan tak terduga. Menemukan memang tak selalu dimulai dari mencari, tapi menjalani.
Sila baca di web SiPena Perpusnas RI atau unduh via https://press.perpusnas.go.id/ProdukDetail.aspx?id=1437.

Kuliah Publik di STHAN Jawa Dwipa Klaten

Kali ini Mindha Sraddhasala sowan dan sambang sedulur di STAHN Jawa Dwipa, satu-satunya perguruan tinggi negeri agama Hindu di wilayah Jawa Tengah. Dalam program kelas publik “Pantang Melupakan Leluhur” yang digagas UKM Penalaran STAHN Jawa Dwipa, kami diundang untuk mengisi salah satu sesi kelasnya. Mas Kang Rendra Agusta menyampaikan materi Masyarakat Pegunungan Jawa XV-XVII melalui data-data arsip, manuskrip, prasasti dan tinggalan arkeologia yang ada.
Sejalan dengan program studi kampus ini yang lekat dengan pengajaran agama Hindu, data-data masyarakat pegunungan ini menjadi sumber inspirasi yang penting untuk dikembangkan di masa mendatang.
Mengenal leluhur kita, tentu juga upaya-upaya mengenal jati diri kita. Sampai jumpa di kampus-kampus yang lain. #ayosinaumaneh