Rekam lawatan masa lampau untuk pengembangan wisata kini: Sejak awal Jawa memiliki daya tarik wisata yang luar biasa, menyoal keindahan alam dan kebudayaannya. Program pameran foto Jawimajinasi ini sangat menarik, melihat Jawa dari bidikan lensa. Tentu kita tahu, fungsi ilmu-ilmu “masa lampau” selalu menyediakan cerita ber-arti penting untuk masa kini. Salah satu terapannya adalah dunia pariwisata.
Pada tanggal 30 September 2022, Badan Otorita Borobudur pameran foto bertajuk Jawimajinasi. Salah agenda Talk Show bertajuk Imajinasi Bentang Alam Dalam Catatan Pelawat Masa Lampau. Talkshow ini peneliti dari Sraddha Institute Surakarta, memaparkan lawatan pelancong pada lampau dari prasasti, arsip, dan manuskrip. Dari data-data inilah pariwisata masa kini mampu menyusun narasi agar bernilai tinggi.
Category: kegiatan
Sejengkal tanah dan Semekarnya Payung: Sebuah Catatan Diskusi Publik FKY 2022
Dua konsep pengelolaan dan penguasaan tanah yang awam kita ketahui dalam masyarakat Jawa. “Sak dhumuk bathuk, sanyari bumi, bakal dilabuhi nganti mati”. Tanah menjadi hal yang sangat krusial sejak manusia memiliki kesadaran spasial. Berangsur-angsur pandangan tersebut memicu privatisasi tanah, bahkan penguasaan mutlak tanah dimiliki oleh satu penguasa. Raja sebagai patron, membagi-bagi tanah sebagai bentuk kuasanya kepada rakyat (client).
Zaman berubah, pengelolaan tanah tak lagi menjadi milik privat melainkan milik “state”, diawasi pengelolaannya oleh lembaga tertentu semisal Buminata sampai Reksasiti.Secara khusus, di Jawa juga bergeser pengelolaannya dari cacah ke tanah, lengkap dengan perubahan aturan-aturan. Salah satu yang menarik dalam penguasaan tanah di Jawa justru berangkat dari mitos semisal Ajisaka meminta tanah selebar ikat kepalanya, Murjangkung meminta tanah selebar kulit lembu, dan kisah “babad-babad lainnya”.

Diskusi Enam Tahun Sraddha Sala – The Fall of Kartasura
Membincang Ulang Penataan Tanah Pasca Perang Jawa 1830
Diskusi Candik Rajamala: Sebuah potret kebudayaan sungai abad XIX
Kang palwa saengga wisma den elis den ukir-ukir ingecet sinung parada rerakite anglir loji sinekar sir-linungsir. sinekar sir-linungsir ing sutra bang kuning dhadhu mulane sinung aran. Rajamala kang cecanthik ingukiran rineka ya Rajamala (Babad Madura 8.11).

Alih wahana teks ke dalam media-media lain menjadi titik penting bagi perkembangan seni di kota Surakarta. Kali ini Young Djava Syndicate bersama Sraddha Sala mengangkat tema Rajamala sebagai narasi besar pergelaran musik. Mari bergabung berbagi cerita bersama bersama Kang Rendra Agusta (Sraddha Institute) dan Mas Titus (FSRD ISI Surakarta).
Grebeg Syawal: Tradisi Lebaran Masyarakat Yogyakarta
Menyoal Reog: Keindahan yang Diperebutkan
Diskusi Rebon Lesbumi PCNU Kota Surakarta – Sastra Jarwan
Serat Centhini dan Ekologi Mistik
Mengudara bersama PRO 4 RRI Jakarta

Diskusi kegiatan Sraddha di masa Pandemi, peluang dan tantangannya.


Diskusi Rebon Lesbumi Kota Surakarta —Kali ini mengangkat tema Sastra Jarwan masa R.Ng. Yasadipura II (T.Sastranagara). Acara pada 23 Maret 2022 di Aula PCNU Surakarta. Acara diskusi ini bersama Rendra Agusta dari Sraddha Institute Surakarta.