Manuskrip Tari dari Pasar Loak


Beberapa tahun lalu, Mindha membeli setumpuk arsip dan buku bekas dari ex-libris bongkaran rumah di Yogyakarta. Kondisinya sudah tidak utuh, terpenggal-penggal dan rawan patah kertasnya.

Salah satu lembarnya, pada halaman 168 terdapat tulisan menarik:

“Punika lampahipun kagungan dalĕm srimpi, yasan dalĕm ingkang Sinuwun kaping 7, karsa dalĕm ingkang kalaras mundhut cariyôsipun kagungan dalĕm sěrat purwa. Nalika putri Cĕmpala, Sang Dyah Srikandhi tandhing prang, patih Simbar Manyura, dewi Suradiwati.

Gěndhing Jakamulya”

Formula pengarsipan tari sampai masa Sultan Hamengkubuwana VII, rerata hanyalah teks. Tidak ada visual dalam manuskrip secara langsung. Hal-hal seperti ini yang memungkinkan gubahan-gubahan terjadi dalam pergelaran tari.

Kawan-kawan ada yg mau mencoba menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia? Tulis di kolom komentar yak!

Selamat hari Tari sedunia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *