Selamat Paskah

Lan sawise Gusti Yesus wungu, wong-wong mau padha metu saka ing kubur, banjur lumebu ing kutha suci lan ngaton marang wong akeh (Matius 27:53). Selamat Paskah kawan-kawan. Berkah Dalem.


6 Tahun Sraddha Sala

Ngěnam yang juga berarti menganyam,

Memasuki tahun ke enam ini, kami mengajak untuk kembali menyelami Sad Darśana (Samkhya, Yoga, Nyaya,Vaisheshika, Mimamsa, Vedanta). Dari pendasaran berfikir itu, mari kita juga merasakan kembali Sad Rasa (Madhura, Amla, Lavana, Tikta, Katu, Kashaya) sebagai parameter olah rasa dan olah raga. Menjaga raga tentu juga menghindakan raga dari tindakan buruk yang tertuang dalam konsep Sad Atatayi (Agnida, Wisada, Atharwa, Sastragna, Dratikrama, dan Raha Pisuna). Tutug tutup agar sempurna, tentu juga menjaga alam dan manusianya seperti dalam konsep Sad Kerti (Atma kerti, Samudra Kerti, Wana Kerti, Danu Kerti, Jagat Kerti, dan Jana Kerti).

Serat Centhini dan Ekologi Mistik

Kesadaran mistik dan ekologi menjadi titik penting memahami Serat Centhini, hingga turunannya yang melahirkan kesadaran mistik dan ekologi yang baru. Kali ini salah satu Cantrik Komunitas Sraddha, yang saat ini sedang menempuh S2 Ilmu Susastra di UNDIP, Franky Crissz akan membincang Centhini di Madiun. Mari merapat, aa kopi dan diskusi yang hangat. #ayosinaumaneh

 

Danyang Salah Kedaden koleksi J.L Moens

Ada dua “tagline” besar saat membangun komunitas Sraddha, pertama #meretasjarak, kedua #ayosinaumaneh.

Hari ini Sraddha memasuki tahun ke enam, pada intinya ada banyak hal yang membuat manuskrip itu ber- #jarak dengan manusia pewarisnya. Sampai ada pertanyaan, apa fungsi sesungguhnya kajian naskah hari ini?


Tentu komunitas ini tak punya jawaban yang “cespleng”, tetapi setidaknya ada upaya dan uji coba berulang-ulang. Kadang upaya #meretasjarak ini disambut tepuk tangan hebat di forum-forum internasionil, kadang-kadang penyimak hanya terdiam, entah mengerti atau memang tak menarik. Faktanya bisa saja keduanya. —


Malam 1 Januari 2022, komunitas mencoba menghidupkan tradisi bertutur, dalam bahasa Jawa ditemukan banyak kata gantinya, “ngecuprus” atau “nyalěmong”, dalam bahasa yang lebih halus “crita”, dan lain-lain. Malam ini kita menceritakan naskah ” Danyang Salah Kedaden”. Salah satu naskah pesanan J.L.Moens yang dibuat oleh Ki Widi Prayitna. Moens dan Mbah Widi sampun manjing kaswargan jati. Kini tinggal naskah yang disimpan di perpustakaan nasional RI.


Malam tadi program #meretasjarak berupaya mempertemukan kembali naskah Moens dengan cucu dan buyut Ki Widi Prayitna beserta lingkaran kawan-kawan sejawatnya di Randhu Jembagar. Alhasil sangat “gěr” dan membahagiakan.

#UdanUdanan bersama Sraddha

Undangan diskusi Sraddha Sala:

“Tik tik tik bunyi hujan” Halo! Apakah atas genting kawan-kawan apakah udah ada tik-tik bunyi hujan? Memasuki bulan Desember dalam sistem penanggalan Gregorian dan “mangsa kapitu” dalam sistem pranatamangsa ditandai dengan curah hujan tinggi.

Nah kali ini Sraddha Sala mengundang kawan-kawan untuk bergabung dalam diskusi #Udan-Udanan

Pemantik diskusi:
Anggita Anjani
(Alumni Sastra Jawa UI — Naskah Darmawarsa Merapi-Merbabu)

Muhammad Heno
(Alumni Sastra Jawa UI- Naskah Pangujanan dalam tradisi Bali)

Indra Agusta
(Volunteer Sraddha Sala — Fenomena Hujan dalam Alkitab dan tradisi Kekristenan-Abrahamik)

Athar Fuadi
(Pemuda NU Boyolali — Meminta hujan dalam tradisi Islam di Nusantara)

Moderator: Adi Wisnurutomo
(Volunteer Sraddha – Mahasiswa S2 PSPSR UGM)

Acara tanggal 23 Desember 2021 pukul 15.00-17.00 WIB

Link: https://uni-hamburg.zoom.us/j/62656672561?pwd=elJmU1h4YUVKMitwU0syd2lpQzVnQT09

Meeting ID: 626 5667 2561
Passcode: 02586743

Kita mengenang momen hujan-hujanan di masa kecil. Siyuuuu 👋

Design by @reginadwtr #AyoSinauManeh